“Kira…Kira, kau dimana?
Yuris…Dara…Anton…Mika…Garis…kalian semua di mana?" seruku ketakutan.
Bagaimana tidak, aku berjalan sendiri dalam kegelapan. Aku tidak menemukan
adanya lentera atau cahaya api kecil sekalipun. Bahkan aku kehilangan sahabatku
Kira dan teman-teman yang selalu ada untukku dikala aku sedih. Tempatku
berpijak saat ini, benar-benar gelap dan sunyi. Membuat…bulu kudukku terasa
merinding.
Kucoba
memanggil mereka sekali lagi. Namun…sepertinya sama saja, tak ada sahutan di
sana. Ketika baru saja aku melangkah, sesuatu terasa menyambar rambut ikalku
yang panjang. Menjadikan tubuhku terasa dingin dan tegang, rambutku bergerak
mengikuti arah perginya sosok itu. Aku pun menoleh ke arah kanan bahuku, tapi
aku tak menemukan siapa-siapa di sana. Bahkan kemana pun dan sejauh apa pun
mataku memandang. Sebab semua tetap sunyi dan sepi, sedang tempat ini terasa
tak berpenghujung.
"Garis…kaukah itu?" tanyaku mencoba
melangkahkan kaki menuju arah dimana sosok tadi pergi, walau aku sendiri tak
tahu pasti arahnya.
"Gariss…" panggilku lagi, penuh harap dan
cemas. "Garis, kaukah itu?".
"Hai, sayang…" suara yang amat kukenal itu
tiba-tiba berbisik tepat di telinga kiriku. Aku sedikit merinding ketika
telapak tangannya terasa menyingkirkan rambut ikalku ke belakang dan kemudian
menyelipkan bunga mawar merah di antara telinga dan rambutku, persis ketika
pertama kali dia mengucapkan selamat ulang tahun padaku.
"Garis…?"
ucapku sambil membalikkan tubuhku. Tapi alangkah terkejutnya aku ketika tahu,
pacarku tidak ada di belakangku. Aku justru melihat satu peristiwa yang
tiba-tiba membuat ruangan gelap ini menjadi…sebuah tempat yang mulanya kukira
syurga untukku. Garis yang memperkenalkan aku pada tempat itu. Dia yang pertama
kali mengajak aku berkenalan dengan yang namanya ganja, sabu-sabu, ekstasi,
minuman beralkohol, merokok, dan juga seks. Dan sekarang…aku menyaksikan diriku
berada di diskotik itu bersama Garis, Yuris, Dara, Anton, dan Mika beberapa jam
lalu. Ah, tidak, mungkin beberapa hari yang lalu atau sebulan yang lalu. Ah,
aku tak tahu pasti. Yang jelas…aku sudah berada di tempat yang gelap tadi tak
lama setelah pesta itu, setidaknya hal itulah yang kuingat.